MENU
Silahkan klik pada tombol menu yang diinginkan:
Disadur dari majalah JURUS No.05 Tahun I 16 Agustus - 29 Agustus 1999 (sesuai dengan penjelasan pada website PB FORKI) http://www.pbforki.org
Kejuaraan Internasional I, Jakarta 1973, Duduk dari kiri Bpk.R.Banoe Roesman Kartasasmita, Presiden Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai, Bapak Mayjen Widojo Soejono, Ketua Umum PB FORKI dan Shihan Nardi T Nirwanto SA.

(1975) 2 karateka senior mengantar mobil bpk.Widjojo Soejono menuju pusat perguruan

Delegasi perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai pada KONGRES FORKI XII, 2005 di Jakarta
FORKI berdiri sejak tahun 1972 pada kongres IV PORKI di Jakarta
|
ARTI LAMBANG FORKI
SEGI LIMA DENGAN GARIS BAWAH MEMBENTUK SUDUT
Melambangkan olah raga Karate yang dibina oleh FORKI, berdiri atas dasar semangat revolusi 17 Agustus 1945, berazaskan Pancasila dan Sumpah Karate.
TUJUH BUAH LINGKARAN
Melambangkan keolahragaan Karate dan Sapta Prasetia FORKI.
GAMBAR HURUF K
Menggambarkan seorang Karateka yang sedang siap sedia.
WARNA KUNING
Melambangkan keagungan.
WARNA HITAM
Melambangkan keteguhan tekad
WARNA MERAH
Melambangkan keberanian
WARNA PUTIH
Melambangkan kesucian.
SEJARAH SINGKAT KARATE DI INDONESIA
Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh tentara Jepang, melainkan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembali ke
Tanah Air, setelah mereka menyelesaikan pendidikannya di Jepang. Tahun 1963, beberapa mahasiswa Indonesia, antara lain :
Baud Adikusumo, Muchtar, dan Karyanto mendirikan dojo di Jakarta. Mereka inilah yang mula-mula memperkenalkna Karate
(aliran Shotokan) di Indonesia, dan selanjutnya pada tanggal 10 Maret 1964, mereka membentuk wadah yang mereka namakan
PORKI (Persatuan Olahraga Karate). Beberapa tahun kemudian berdatangan ex mahasiswa Indonesia dari Jepang, seperti
Setyo Harsono(pendiri Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Muchsin, dan Chairul Taman yang turut mengembangkan Karate di
Tanah Air. Di samping ex mahasiswa tersebut di atas, orang Jepang yang datang ke Indonesia dalam rangka usaha telah pula
ikut memberikan warna bagi perkembangan karate di Indonesia. Mereka ini antara lain : Matsusaki(Kyushin Ryu - tahun 1966),
Ishi(Goju Ryu - tahun 1969), Hayashi(Shito Ryu - tahun 1971) dan Masutatsu Oyama(Kyokushinkai - tahun 1967)*.
Karate ternyata mempunyai banyak penggemar, yang imprementasinya terlihat muncul dari berbagai macam organisasi (pengurus)
Karate dengan berbagai aliran, seperti yang dianut oleh masing-masing pendiri perguruan. Banyaknya perguruan Karate dengan
berbagai aliran menyebabkan terjadinya ketidakcocokan di antaranya para tokoh tersebut, sehingga menimbulkan perpecahan di
dalam tubuh PORKI. Namun, akhirnya dengan adanya kesepakatan bersatu dalam upaya mengembangkan Karate di Tanah Air, pada
tahun 1972 dibentuklah satu wadah organisasi Karate yang diberi nama FORKI (Federasi Olahraga Karate-DO indonesia.
Sejak terbentuknya FORKI sampai saat ini selain beranggotakan 27 anggota pengurus daerah(Pengda) juga beranggotakan 25
pengurus Karate. Tujuan FORKI adalah mengembangkan Karate-DO sebagai olahraga seni serta ilmu membela diri untuk
memupuk kepribadian yang luhur dan terbuka bagi setiap warga negara Indonesia, membantu usaha memajukan bangsa Indonesia
yang sehat, kuat, dan berjiwa besar dalam rangka ketahanan nasional dan pembangunan pada umumnya, serta membina persatuan
sesama aliran olahraga Karate-DO seluruh Indonesia.
Persyaratan organisasi atau perguruan Karate-Do di Indonesia untuk menjadi anggota FORKI adalah minimal mempunyai 5(lima)
daerah tingkat satu, dan tiap-tiap daerah tingkat satu mempunyai 3(tiga) cabang, serta tiap-tiap cabang mempunyai 3(tiga)
ranting. Tidak menggunakan nama perguruan yang sama yang sebelumnya sudah ada atau tercantum sebagai anggota FORKI.
Pada prinsipnya setiap perguruan atau aliran Karate-DO FORKI dibenarkan berafiliasi dengan perguruan yang berada di
luar negeri, khususnya di bidang tekhnik perkaratean, namun untuk mengikuti pertandingan ke luar negeri,
setiap perguruan atau aliran harus seizin pengurus besar FORKI.
*Lihat sejarah Kyokushinkai di Indonesia (History).
STRUKTUR ORGANISASI
PENGURUS BESAR FORKI PERIODE 2005 - 2009
PEMBINA :
- Jend TNI (PURN) Wijoyo Suyono
- Jend TNI (PURN) Surono
- Jend TNI (PURN) Rudini
- Jend TNI (PURN) DR. Wismoyo Aris Munandar
- Jend TNI (PURN) Wiranto, SH. S.IP.
PENASEHAT :
- DR. Baud AD Adikusumo
- Taufik Efendi, MM
- DR. Oesman Sapta
- Dr. Ir. Benny Pasaribu, M.Ec.
- Dr. Tjepy F. Aloewie, Msc
- Ir. Awal Kusuma
KETUA UMUM :
Jend TNI (PURN) Luhut B. Pandjaitan
SEKRETARIS JENDRAL :
Drs. H. Hendardji S, SH
WAKIL SEKRETARIS JENDRAL :
Anindya Novian Bakrie
BENDAHARA UMUM :
Iwan Setiawan
WAKIL BENDAHARA UMUM :
Agustinus, SH
BIDANG - BIDANG :
BIDANG ORGANISASI DAN HUB DAERAH :
Ketua : H. Herman Muchtar
Wakil : Efendi Sianipar & Ir. Effendi Sirait
BIDANG PEMBINAAN & PRESTASI :
Ketua : Madju Daryanto Hutapea, SH, Msi.
Wakil : Drs. Djafar Jantang, Msi
BIDANG HUBUNGAN LUAR NEGERI :
Ketua : Budi Sujadi Kage
Wakil : Harmon Jusar
|
BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN :
Ketua : Dr. Intan Ahmad
Wakil : Ir. Andrian Tedja Kusuma
BIDANG DANA :
Ketua : DR. H. Rahmat Shah
Wakil : James Sumendap
|
SEKRETARIS, SEKSI-SEKSI DAN KOMISI :
Sekretaris : Maxi W. Pauran, SH
SEKSI PERTANDINGAN :
Ketua : Dasril Muchtar
Wakil : H.M. Ali Anafia, SH. Msi
Anggota :
- Bambang Sadiman
- Yoyo Satrio
SEKSI LATIHAN / TC :
Ketua : Johanes Souisa
Wakil : Moh. Gusti
Anggota :
- Agus Kusnadi
- Ir. Mahdi Sahab
- Omita O. Ompi
- Dr. Nukman Lahamang
|
SEKSI PERWASITAN :
Ketua : Sarjan Tri Putra
Wakil : David Situmorang
SEKSI PERLENGKAPAN :
Ketua : Kol. Yunif Effendy
Wakil : Eko. S.
SEKSI HUMAS
Ketua : Drs. Sonny Manalu
Wakil : Fauzi Saidi
KOMISI DISIPLIN
Ketua : Arief Siregar, SH, MH.
Anggota :
- Abdul Salam
- Bistok Hutabarat
|
Apabila nantinya terjadi kekosongan jabatan karena pengurus yang bersangkutan tidak aktif, berhalangan tetap, atau mengundurkan diri, maka Ketua Umum PB. FORKI atas wewenangnya dapat mengganti dengan personel lain untuk mengisi jabatan yang lowong.
|
|
PERIODE 1972 - 1977 Ketua Umum :Widjojo Sujono Sekretaris Jendral : Otoman Nuh
PERIODE 1977 - 1980 Ketua Umum : Sumadi Sekretaris Jendral : Rustam Ibrahim
PERIODE 1980 - 1984 Ketua Umum : Subhan Djajaatmadja Sekretaris Jendral : G.A. Pesik
PERIODE 1984 - 1988 Ketua Umum : Rudini Sekretaris Jendral : Adam Saleh
PERIODE 1988 - 1992 Ketua Umum : Rudini Sekretaris Jendral : G.A. Pesik
PERIODE 1992 - 1996 Ketua Umum : Rudini Sekretaris Jendral : G.A. Pesik
PERIODE 1996 - 2001 Ketua Umum : Jend. TNI Wiranto Sekretaris Jendral : Drs. Hendardji S, SH.
PERIODE 2001 - 2005 Ketua Umum : Jend. TNI (Purn) Luhut B. Panjaitan Sekretaris Jendral : Drs. Hendardji S, SH.
PERIODE 2005 - 2009 Ketua Umum : Jend. TNI (Purn) Luhut B. Panjaitan Sekretaris Jendral : Drs. Hendardji S, SH.
- INKAI (Institut Karate-Do Indonesia)
- LEMKARI (Lembaga Karate-Do Indonesia)
- INKADO (Indonesia Karate-Do)
- GOJUKAI
- K.K.I (Kushin Ryu Karate-Do Indonesia)
- WADOKAI (Wadoryu Karate-Do. Indonesia)
- GABDIKA SHITORYU (Gabungan Beladiri Karate-Do Shitoryu)
- BKC (Bandung Karate Club)
- KYOKUSHINKAI (Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia)
- SHIROITE
- KEISHINKAN
- GOKASI (Gojuryu Karate-Do Shinbunkan Seluruh Indonesia)
- TAKO INDONESIA
- SHINDOKA
- PORBIKAWA
- KALA HITAM
- INKANAS ( Institut Karate-Do Nasional)
- GOJU RYU ASS
- KKNSI (Kesatuan Karate-Do Naga Sakti Indonesia)
- PORDIBYA
- KANDAGA PRANA
- BLACK PANTHER
- FUNAKOSHI
- AMURA
Untuk kritik dan saran: HUBUNGI REDAKSI |